Senin, 22 Maret 2010

KATALISATOR

KATALISATOR

Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi.

Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat.
Ada dua macam katalisator :
1. Katalisator positif, yang mempercepat reaksi.
2. Katalisator negatif, yang memperlambat reaksi.

Kedua katalis ini sangat penting.
Katalis negatif, anti oksidan yang diberikan dalam karet/makanan sebagai pengawet agar jangan terjadi oksidasi. Karena katalis pada akhir reaksi tidak pernah berubah berarti ia tidak memberikan energi pada reaksi. Juga dibuktikan bahwa katalis tidak mempengaruhi keadaan setimbang. Yang dipengaruhi hanyalah kecepatan untuk mencapai keadaan setimbang.

Tipe – tipe Katalisator

Katalis Homogen.
Apabila zat-zat yang bereaksi (reaktan) dan katalis berada dalam satu fasa maka katalis disebut katalis homogen.
Cara kerja dari katalis homogen ini ialah dengan merendahkan energi aktivasi dari reaksi, yaitu dengan jalan membentuk persenyawaan intermediete dengan reaktan, kemudian persenyawaan ini akan mengurai dengan spontan atau bereaksi dengan zat lain membentuk hasil akhir yang diinginkan.

Katalis Heterogen.
Adalah katalis yang membentuk fasa terpisah dengan zat-zat yang bereaksi. Contohnya MnO2 atau Fe2O3 yang mempercepat penguraian KClO3.


Autokatalisa.
Ada beberapa reaksi yang dikatalisa oleh salah satu hasil reaksinya. Misalnya oksidasi dari asam oksalat oleh KmnO4 dalam suasana asam. Reaksi mula-mula berjalan lambat, tetapi makin lama makin cepat karena adanya ion Mn++ yang bertindak sebagai katalis.

Tipe-tipe dari reaksi katalis
Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar - heteregon dan homogen. Didalam reaksi heterogen, katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. Di dalam realso homogen, katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan.

Apa itu fase?
Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen, dua komponen itu berada dalam fase yang berbeda. Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua fase. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase, karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut.
Kita mungkin bertanya mengapa fase berbeda denga istilah keadaan fisik (padat, cair dan gas). Fase juga meliputi padat, cair dan gas, tetapi lebih sedikit luas. Fase juga dapat diterapkan dalam dua zat cair (sebagai contoh, minyak dan air) dimana keduanya tidak saling melarutkan. Kita dapat melihat batas diantara kedua zat cair tersebut.
Jika Anda lebih cermat, sebenarnya diagram diatas menggambarkan lebih dari fase yang diterakan. Masing-masing, sebagai contoh, beaker kaca merupakan fase zat padat. Sebagian besar gas yang berada diatas zat cair juga merupakan salah satu fase lainnya. Kita tidak perlu memperhitungkan fase-fase tambahan ini karena mereka tidak mengambil bagian dalam proses reaksi.

1 komentar:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai 'Katalis', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/894/1/20403528.pdf
    trimakasih
    semoga bermanfaat

    BalasHapus